Dunia Menoleh ke Timor, YNS Raih Penghargaan Internasional di Malaysia

MataTimorPos.com || Nama Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali bergema di panggung internasional. Kali ini datang dari sosok Yusinta Nenobahan Syarief atau yang kerab disapa YNS, Srikandi asal Mollo, TTS yang berhasil meraih penghargaan bergengsi pada ajang Grand Honors 2026 Malaysia Chapter.

Dalam acara yang digelar Sabtu, 25 Juli 2026 lalu, di M World Petaling Jaya, Selangor, Malaysia, Yusinta menerima penghargaan Most Visionary Professional of the Year Award 2026 kategori Most Visionary Professional in Public Welfare & Social Development yang diberikan oleh STAR ICONIC Award Management.

Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya sebagai Founder Yayasan Yusinta Ningsih Sejahtera (YNS) sekaligus CEO YSM Group/PT Yusinta Srikandi Mandiri yang selama ini aktif bergerak di bidang pendidikan, kesejahteraan sosial, hingga pemberdayaan masyarakat.

Di hadapan ratusan peserta dari berbagai negara, Yusinta justru memilih memperkenalkan kampung halamannya. Dengan penuh rasa bangga, ia menceritakan bahwa dirinya berasal dari sebuah desa pelosok di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.

Video sambutannya yang diterima MataTimorPos.com memperlihatkan bagaimana perempuan berdarah Mollo itu membawa nama daerahnya ke panggung dunia. Bahkan, ia secara khusus mempersembahkan penghargaan tersebut untuk masyarakat NTT.

Baca Juga  Srikandi Tangguh dari Timor, Emelia Nomleni Raih Anugerah Nasional dari Kompas TV

“Penghargaan ini saya persembahkan khusus untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur,” kata Yusinta.

Tak hanya menerima penghargaan, kehadiran Yusinta di Malaysia juga membawa misi sosial. Selama berada di sana, ia bersama Yayasan YNS melakukan berbagai pertemuan untuk membahas persoalan warga negara Indonesia yang mengalami overstay maupun berbagai masalah ketenagakerjaan.

Menurutnya, Yayasan YNS berharap bisa membangun kerja sama dengan berbagai pihak di Malaysia agar semakin banyak warga Indonesia yang bisa mendapat pendampingan dan kembali ke Tanah Air.

Di sela-sela sambutannya, Yusinta juga menyampaikan pesan yang menyentuh. Ia mengaku tidak pernah ingin memimpin dengan meniru gaya laki-laki.

“Saya tidak ingin memimpin dengan gaya seorang laki-laki. Saya adalah perempuan, saya seorang ibu, seorang perempuan pekerja sekaligus ibu rumah tangga,” ungkapnya.

lebih jauh YNS dengan nada haru bercerita bahwa dulunya Ia hanya seorang ibu dengan tiga orang anak. Kini, melalui Yayasan YNS, ia merasa memiliki jauh lebih banyak anak-anak yang dibantu untuk mendapatkan pendidikan.

Ucapan itu mendapat tepuk tangan panjang dari para tamu yang hadir.

Selain penghargaan yang diraih, ada cerita menarik lainnya yang ikut membawa nama Timor menjadi perhatian.

Baca Juga  55 Anggota Paskibraka Kecamatan Boking Dikukuhkan Jelang HUT RI ke-81

Selama mengikuti kegiatan di Malaysia, Yusinta memilih mengenakan tenun motif khas Timor. Ternyata, busana yang dikenakannya justru menjadi pusat perhatian para peserta dari berbagai negara.

Kepada MataTimor.com, Yusinta mengaku banyak perempuan yang menghampirinya hanya untuk memuji keindahan tenun yang dipakainya.

“Banyak yang bilang sarung tenun saya cantik dan unik. Bahkan mereka bertanya bisa membeli di mana,” ujarnya.

Kesempatan itu pun langsung dimanfaatkannya untuk mempromosikan tenun asal NTT.

Ia menjelaskan bahwa kain yang dikenakannya merupakan hasil karya para penenun dari kampung halamannya. Ia juga mengajak mereka untuk datang langsung ke Nusa Tenggara Timur jika ingin melihat lebih banyak pilihan motif dan warna tenun yang dibuat dengan penuh ketelitian oleh para penenun lokal.

menurutnya, ini bukan hanya kain tradisional, tetapi juga identitas budaya yang layak dikenal dunia.

Ia berharap semakin banyak orang mengenal tenun khas Timor sehingga para penenun di daerah juga ikut merasakan manfaatnya secara ekonomi.

“Semoga tenun dari kampung halaman kita semakin dikenal di berbagai negara, para penenun semakin maju, dan budaya NTT menjadi kebanggaan di mata dunia,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.