Bupati TTS Titip Persoalan Air Bersih kepada Menhan Sjafrie

 

TTS, MataTimorpos.com || Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Eduard Markus Lioe, S.Ip.,SH.,MH menyampaikan sejumlah hal penting kepada Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Jenderal TNI (Purn.) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin, saat bertemu di lokasi Marshalling Area (MA) Yonif TP 929/Meo Matane Mutis, Kabupaten TTS, Nusa Tenggara Timur, Senin (19/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Eduard Markus Lioe didampingi Camat Mollo Selatan. Ia menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertahanan atas kunjungannya ke Kabupaten TTS, sekaligus mengharapkan adanya penguatan koordinasi dan kolaborasi untuk mendukung pembangunan daerah, terutama di sektor pertanian, peternakan, kesehatan, dan penyediaan air bersih.

“Yang pertama, kami pemerintah dan masyarakat Timor Tengah Selatan menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertahanan Indonesia atas kunjungannya ke Kabupaten Timor Tengah Selatan,” ujar Bupati saat dikonfirmasi media usai pertemuan.

Bupati menjelaskan, kehadiran Yonif TP 929 di wilayah Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten TTS, menjadi bagian penting dalam membangun kedekatan antara TNI dan masyarakat. Menurutnya, jumlah personel yang saat ini telah mencapai kurang lebih 600 orang direncanakan bertambah menjadi 1.000 orang.

Ia juga menyebutkan bahwa para personel telah dibekali kemampuan di bidang pertanian dan peternakan. Hal ini dinilai sejalan dengan potensi unggulan Kabupaten TTS yang selama ini bertumpu pada kedua sektor tersebut.

“Secara tidak langsung, kami dengan Batalyon TP 929 yang ada di SoE selalu berkoordinasi. Jadi, masyarakat kami kenalkan bahwa di sini telah hadir Yonif TP 929 dari TNI AD,” jelasnya.

Menurut Bupati, koordinasi tersebut penting agar masyarakat memahami keberadaan satuan TNI di wilayah mereka dan dapat membangun hubungan yang semakin dekat melalui berbagai kegiatan bersama.

Ia mencontohkan kegiatan Car Free Day yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten TTS setiap hari Sabtu, mulai pukul 06.00 hingga 11.00 WITA. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang aktivitas masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kehadiran personel Yonif TP 929 dalam kegiatan kemasyarakatan turut memberikan motivasi bagi warga Kota SoE. Publikasi melalui media sosial juga membantu menarik masyarakat untuk datang dan meramaikan kegiatan tersebut.

“Di sana hadir UMKM kita. Dengan demikian, UMKM menjadi lebih baik dan perputaran ekonomi di SoE juga meningkat,” ungkapnya.

Bupati menambahkan, komunikasi antara pemerintah daerah dan Yonif TP 929 selama ini terus berjalan, termasuk melalui komandan batalyon. Ia berharap hubungan tersebut semakin diperkuat melalui koordinasi dan kolaborasi yang berkelanjutan.

Baca Juga  Semarak HUT ke-81 RI di TTS, Bupati Eduard Markus Lioe Lepas Lomba Gerak Jalan TK

Selain persoalan hubungan sosial, Bupati juga menyoroti pentingnya adaptasi personel terhadap kondisi iklim di wilayah TTS, khususnya kawasan sekitar Gunung Mutis yang memiliki suhu cukup dingin.

Ia menyebutkan bahwa pada waktu-waktu tertentu, suhu di daerah tersebut dapat mencapai delapan hingga sembilan derajat Celsius. Karena itu, ia berharap para personel dapat beradaptasi dengan baik dan terus membangun kerja sama dengan pemerintah serta masyarakat setempat.

“Kiranya dengan kehadiran ini dapat beradaptasi secepatnya dengan daerah di sini. Iklim di sini pada saat tertentu bisa mencapai satu digit, sekitar delapan sampai sembilan derajat Celsius. Kiranya kita bisa terus berkoordinasi dan berkolaborasi,” katanya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa sektor pertanian dan peternakan merupakan dua bidang unggulan Kabupaten TTS yang dapat dikembangkan melalui kerja sama dengan Yonif TP 929.

Menurutnya, keterlibatan personel yang memiliki pembekalan di bidang tersebut berpotensi mendukung pengembangan sektor produktif sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

Selain itu, Bupati turut menyinggung dukungan pelayanan kesehatan melalui keberadaan klinik dan dokter di lingkungan satuan.

Ia berharap, apabila ke depan rumah sakit di Kabupaten TTS mengalami kekurangan tenaga medis, pemerintah daerah dapat berkoordinasi lebih lanjut untuk mencari kemungkinan dukungan dan saling melengkapi sesuai kebutuhan serta kewenangan yang berlaku.

“Dari sektor kesehatan, ada yang ditambahkan, yaitu klinik dan dokter. Mungkin nanti kita akan berkoordinasi lebih lanjut apabila rumah sakit mengalami kekurangan tenaga medis. Dengan koordinasi yang baik, mungkin kita bisa saling mengisi,” jelasnya.

Ia menilai, komunikasi yang baik dalam pelayanan kesehatan dapat membantu masyarakat, terutama ketika menghadapi kebutuhan penanganan medis yang memerlukan dukungan lebih lanjut.

Persoalan lain yang turut disampaikan Bupati kepada Menteri Pertahanan adalah kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota SoE.

Bupati menjelaskan bahwa salah satu sumber air utama yang memasok kebutuhan masyarakat Kota SoE berasal dari kawasan Gunung Mutis, dengan kapasitas sekitar 25 liter per detik. Sumber air tersebut telah dimanfaatkan selama kurang lebih 30 tahun.

Namun, kondisi jaringan pipa yang sudah tua dan kerap mengalami kerusakan menjadi kendala dalam menjaga kelancaran distribusi air kepada masyarakat.

Baca Juga  Uji Kompetensi Pejabat TTS: Momentum Tingkatkan Kualitas Birokrasi

“Terakhir, sumber air. Kita memiliki sumber air yang besar, sekitar 25 liter per detik dari Gunung Mutis, yang usianya sudah 30-an tahun. Tadi kami menyampaikan bahwa bagaimanapun air merupakan kebutuhan,” ujar Bupati.

Ia menjelaskan, kondisi pipa yang sudah keropos menyebabkan pasokan air ke Kota SoE terkadang terhenti. Karena itu, perbaikan atau pembaruan jaringan pipa menjadi kebutuhan penting agar distribusi air bersih dapat berjalan lebih optimal.

Bupati mengungkapkan bahwa persoalan tersebut turut disampaikan sebagai bagian dari usulan pemerintah daerah kepada Bappenas dan kementerian terkait. Ia berharap usulan tersebut mendapat perhatian sehingga kebutuhan air bersih masyarakat dapat ditangani secara berkelanjutan.

Menurutnya, kebutuhan air bersih juga perlu diperhitungkan seiring bertambahnya jumlah personel Yonif TP 929 yang direncanakan mencapai 1.000 orang, terlebih apabila sebagian personel nantinya tinggal bersama istri dan anak mereka.

“Dari jumlah yang ada, katakanlah nanti menjadi 1.000 jiwa, saya tidak tahu ke depan apakah ada yang berkeluarga dan tinggal bersama istri serta anak di sini. Kebutuhan air pasti sangat-sangat penting,” tegasnya.

Bupati berharap, melalui koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, Kementerian Pertahanan, dan kementerian terkait, persoalan air bersih dapat memperoleh perhatian dan penanganan yang memadai.

Untuk diketahui, kunjungan kerja Menteri Pertahanan RI, Jenderal TNI (Purn.) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin, di Kabupaten TTS dilakukan untuk melihat lebih dekat personel Yonif TP 929/Meo Matane Mutis yang bertugas di wilayah tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, Menhan didampingi Wakil Menteri Pertahanan Bidang Logistik Marsekal TNI Yusuf Jauhari; Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen TNI Tri Budi Utomo; Pangdam XXVII/Sobe Sonbai Mayjen TNI Thevi Angandowa Zebua, S.E., M.M.; Brigjen TNI Charles Allin selaku Karo TU; Brigjen TNI Rico Sirait selaku Karo Infohan; Letkol Inf Kunto selaku Kabag Protokol; Letkol Inf Indra selaku Korspri Wakasad; Karten Mar Faisal selaku ADC Menhan; Kapten Cpm. Subagio dari Staf Wamenhan Bidang Logistik; serta Eko Samudro selaku Perumus Menhan.

Turut mendampingi Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono, Dandim 1621/TTS Letkol Czi Ari Setiawan Wibowo, serta Danyonif TP 929/Meo Matane Mutis Letkol Inf Andi Baso, S.Tr.Han.

No More Posts Available.

No more pages to load.