Dari Mimbar HUT GMIT Immanuel Kuatnana, Gubernur NTT Dorong Gerakan Belajar dan Pemberdayaan Ekonomi Umat

TTS, MataTimorPos.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Jemaat GMIT Immanuel Kuatnana yang dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja baru, Sabtu (1/8/2026), menjadi momentum memperkuat sinergi antara gereja dan pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah.

Acara syukuran berlangsung penuh sukacita dan dihadiri tokoh masyarakat, anggota DPRD, unsur Forkopimcam, pimpinan perangkat daerah, tokoh agama, panitia pembangunan, serta ratusan jemaat yang mengikuti prosesi peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja.

Sambutan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) dibacakan oleh Drs. Jermias Paulus Pelle, M.Pd., yang akrab disapa Jermias Pelle. Ia merupakan Koordinator Pengawas (Korwas) Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dikmensus) Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Dalam sambutan tersebut, Gubernur NTT menyampaikan bahwa pembangunan gedung gereja bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan wujud iman dan ketaatan kepada Tuhan.

Mengutip Kitab Keluaran 25:8–9, Gubernur menegaskan bahwa rumah ibadah merupakan tempat kehadiran Tuhan di tengah umat.

“Membangun rumah ibadah bukan sekadar mendirikan bangunan dari batu, semen, dan besi, tetapi merupakan komitmen bersama untuk menyediakan tempat yang kudus, tempat umat menyembah Tuhan, mencari petunjuk-Nya, dan mempererat persekutuan,” demikian kutipan sambutan Gubernur NTT.

Pemerintah Provinsi NTT juga menegaskan bahwa gereja memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia, pendidikan karakter, menjaga kerukunan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dalam sambutan tersebut, Gubernur mengajak seluruh gereja mendukung implementasi Gerakan Jam Belajar sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur NTT Nomor 24 Tahun 2026.

Baca Juga  Diduga Paksa Angkat Sampah Ditempat Sampah, Pengunjung RSUD Soe, Mengaku Dipermalukan Oknum Pegawai

“Melalui Gerakan Jam Belajar, setiap hari pukul 18.00 hingga 19.30 WITA, anak-anak usia sekolah diajak memanfaatkan waktu untuk belajar, membaca, mengerjakan tugas sekolah, dan melakukan kegiatan literasi sebagai upaya membangun generasi NTT yang cerdas, disiplin, dan berdaya saing,” ujarnya.

Selain itu, Gubernur juga mendorong jemaat mendukung program One Village One Product (OVOP) sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pengembangan potensi unggulan desa.

“Saya percaya apabila iman yang kuat dipadukan dengan semangat bekerja, belajar, dan bergotong royong, maka kita akan mampu mewujudkan Nusa Tenggara Timur yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan,” tutupnya.

Sementara itu, sambutan Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) dibacakan oleh Nikson D.E. Nomleni, S.Sos.,M,SI, yang hadir mewakili Bupati selaku Pelaksana Tugas Asisten Administrasi Umum sekaligus Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten TTS.

Dalam sambutan tersebut, Bupati menegaskan bahwa gereja merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, berkarakter, dan beriman.

Baca Juga  Warga Desa Pene Tertipu Pemasangan Meteran Listrik, PLN Soe Janji Investigasi

“Dalam usia ke-79 ini, kami berharap Jemaat GMIT Immanuel Kuatnana terus bertumbuh dalam iman dan kasih, serta menjadi terang dan garam bagi masyarakat. Selama 79 tahun, jemaat telah memberikan kontribusi nyata melalui pembinaan kerohanian, pendidikan, kepedulian sosial, penguatan nilai-nilai keluarga, dan pembentukan karakter umat,” demikian kutipan sambutan Bupati TTS.

Pemerintah Kabupaten TTS menilai pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga dari kualitas moral, spiritual, serta karakter masyarakat.

“Pemerintah memandang gereja sebagai mitra strategis dalam mewujudkan pembangunan daerah. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, gereja, dan masyarakat menjadi modal utama dalam membangun masyarakat yang damai, rukun, sehat, cerdas, dan sejahtera,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak panitia pembangunan bersama seluruh jemaat terus bergotong royong menyukseskan pembangunan gedung gereja.

“Pembangunan rumah ibadah ini adalah harapan bagi generasi mendatang. Saya juga mengajak panitia pembangunan untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta mengajukan proposal pembangunan agar dapat memperoleh dukungan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” pesannya.

No More Posts Available.

No more pages to load.