KPK Hadir di TTS, Ajak ASN dan Masyarakat Bangun Budaya Antikorupsi Sejak Dini

SoE, MataTimorpos.com || Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia resmi membuka rangkaian kegiatan Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi 2026 di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Rabu (29/7/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Aula Mutis, Kantor Bupati TTS, ini menjadi wujud komitmen bersama dalam membangun pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, dan berintegritas.

Kegiatan dibuka langsung oleh Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, S.IP., S.H., M.H., didampingi Wakil Bupati TTS. Hadir pula Ketua Satgas Survei Integritas KPK RI, Ketua DPRD TTS, Sekretaris Daerah, pimpinan KPU dan Bawaslu TTS, perwakilan Kodim dan Polres TTS, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh agama, tokoh adat, serta ratusan masyarakat dan pelajar.

Dalam sambutannya, Bupati Eduard Markus Lioe menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Kabupaten TTS sebagai salah satu daerah pelaksanaan program nasional tersebut.

“Kehadiran KPK di tengah-tengah kita menjadi dorongan bagi seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten TTS untuk terus menjaga komitmen mewujudkan pelayanan publik yang bersih dan bebas dari kepentingan pribadi. Gerakan antikorupsi tidak boleh berhenti sebagai slogan, tetapi harus menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari. Nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab harus ditanamkan sejak dini kepada anak-anak kita,” ujar Bupati.

Bupati juga menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) memanfaatkan kegiatan ini sebagai momentum untuk belajar dan memperkuat integritas. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat berpartisipasi aktif dalam setiap rangkaian kegiatan.

Baca Juga  Ruas Jalan Vital di TTS Terancam Putus, DPRD Minta Pemprov NTT Proaktif

“Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci membangun TTS yang maju dan sejahtera tanpa bayang-bayang korupsi,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief, mengaku terkesan dengan sambutan hangat masyarakat TTS. Menurutnya, meski cuaca sejuk, antusiasme masyarakat sangat luar biasa, bahkan penampilan paduan suara dinilainya memiliki kualitas yang layak tampil di panggung nasional.

Amir menjelaskan, Program Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi telah dilaksanakan sejak 2018. Setelah menjangkau seluruh wilayah Sumatera dan Jawa, pada tahun 2026 program tersebut difokuskan ke Nusa Tenggara, dimulai dari Timor Tengah Utara (TTU), kemudian Timor Tengah Selatan (TTS), dan selanjutnya akan berlanjut ke Sumba Timur serta Sumba Barat Daya.

Dalam kesempatan itu, Amir juga meluruskan anggapan masyarakat yang selama ini mengenal KPK hanya melalui operasi tangkap tangan (OTT).

“Banyak orang mengenal KPK hanya lewat penindakan dan rompi oranye. Hari ini saya ingin memperkenalkan ‘OTT’ versi kami, yaitu Orang TTS Terpercaya. Penangkapan dan hukuman adalah langkah terakhir. Korupsi tidak akan hilang jika hanya pelakunya yang dihukum, sementara sistem dan karakter manusianya tidak diperbaiki,” tegas Amir.

Baca Juga  BSPS Kolbano Tersorot, Warga Tanya Kualitas Pekerjaan dan Alokasi Dana 20 Juta

Ia menegaskan, pemberantasan korupsi harus dilakukan secara menyeluruh melalui tiga pilar utama, yakni pendidikan, pencegahan, dan penindakan.

Selama berada di Kabupaten TTS hingga Jumat mendatang, KPK akan menggelar berbagai kegiatan, mulai dari sosialisasi bagi ASN, perangkat kecamatan dan desa, hingga pendidikan karakter antikorupsi bagi ribuan pelajar.

“Korupsi bernilai ratusan miliar rupiah tidak terjadi dalam semalam. Semua berawal dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dibiarkan. Karena itu, kami datang untuk membangun kebiasaan yang benar sejak awal,” katanya.

Dalam aspek penguatan tata kelola pemerintahan, KPK juga mendorong Pemerintah Kabupaten TTS melalui Inspektorat agar menjadikan Monitoring Controlling Surveillance for Prevention (MCSP) sebagai instrumen utama dalam meningkatkan tata kelola anggaran, keuangan, aset, sumber daya manusia, dan pendapatan daerah.

Selain kegiatan resmi, masyarakat juga dapat mengikuti berbagai agenda edukatif dan hiburan, seperti pameran pelayanan publik, pertunjukan seni budaya bertema integritas, nonton bareng film edukasi antikorupsi, serta senam sehat bersama di kawasan Kantor Bupati Lama.

“Kami hadir bukan untuk mengawasi, melainkan mendampingi dan membangun bersama. Mari kita wujudkan TTS yang bersih, jujur, dan sejahtera demi generasi mendatang,” pungkas Amir Arief.

No More Posts Available.

No more pages to load.