Soe- MataTimorpos.com || Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) resmi digelar bertempat di Aula hotel Timor Megah soe, Sabtu (25/04/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam penataan organisasi serta penguatan peran partai dalam pembangunan daerah.
Turut hadir dalam musyawarah cabang ini, Bupati TTS, pimpinan partai politik, ketua Majelis Sidang, Sisilia Magdalena Mau, didampingi Sekretaris Majelis Sidang Alexander Tamonob, empat anggota Fraksi PKB DPRD TTS, dan 32 pengurus DPAC se-Kabupaten TTS.
Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Muscab tersebut. Ia menilai kegiatan ini sebagai bagian penting dalam memperkuat demokrasi di daerah.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan ucapan selamat atas diselenggarakannya Muscab PKB hari ini. Kami menyambut baik pelaksanaan Muscab ini sebagai ajang silaturahmi, penataan, dan penyegaran kepengurusan partai guna mewujudkan demokrasi yang sehat di daerah kita,” ujar Bupati TTS yang akrab di sapa Buce Lioe.
Buce Lioe menegaskan bahwa PKB memiliki peran strategis dalam menjaga nilai kebangsaan dan keutuhan negara.
“Saya menyadari bahwa Partai Kebangkitan Bangsa memiliki akar rumput yang kuat dan sejarah panjang dalam merawat nilai-nilai kebangsaan, merawat warisan ulama, serta konsisten menjaga bingkai NKRI,” lanjutnya.
Dia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, termasuk partai politik.
“Pembangunan di Kabupaten Timor Tengah Selatan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi erat dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk partai politik sebagai mitra strategis pemerintah,” tegasnya.
Ia berharap PKB terus menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas daerah.
“PKB tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga kondusifitas daerah dan memperkuat semangat nasionalisme religius. Lahir gagasan konstruktif, program kerja yang inovatif, serta kepemimpinan baru yang amanah, yang mampu menyerap aspirasi rakyat dan berkontribusi nyata dalam pembangunan. Sinergi antara PKB dan pemerintah kabupaten semakin kuat dalam mendukung program-program pembangunan untuk kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua DPC PKB TTS, Religius Usfunan, menjelaskan bahwa Muscab tahun 2026 dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, dengan mekanisme berbeda di tiap daerah.
“Di tahun 2026, Muscab ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Di NTT dibagi dalam beberapa resort, ada Flores, Sumba, dan juga mandiri. TTS merupakan salah satu DPC yang menyelenggarakan musyawarah secara mandiri, sedangkan daerah lain melaksanakannya secara gabungan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kewenangan DPC dalam Muscab lebih pada persiapan pelaksanaan dan laporan pertanggungjawaban.
“Untuk agenda tentu kewenangan di DPC adalah mempersiapkan pelaksanaan dan juga laporan pertanggungjawaban (LPJ). Sementara hal lainnya ditentukan oleh DPP dan kami tinggal menindaklanjuti saja,” ujarnya.
Menurutnya, seluruh proses administratif hingga jalannya persidangan tetap berada dalam kendali DPP dan DPW.
“Kami dari DPC mempersiapkan agar kegiatan terlaksana, tetapi secara administratif disiapkan oleh DPP dan ditindaklanjuti oleh DPW. Bahkan sampai persidangan pun akan dipandu oleh DPW dan DPP, jadi kami di sini hanya menyesuaikan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua majelis Persidangan, Sisilia Magdalena Mau, menegaskan bahwa Muscab bertujuan memilih kader terbaik untuk memimpin PKB ke depan.
“Kita memilih kader-kader PKB yang terbaik untuk memimpin PKB ke depan, sesuai amanat ketua umum bahwa PKB harus menjadi partai pemenang pada pemilu yang akan datang,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa seluruh proses berjalan sesuai aturan yang ditetapkan DPP.
“PKB berusaha melakukan yang terbaik dengan strategi masing-masing, tetapi semua mekanisme tetap sesuai petunjuk DPP. Kami tidak bisa keluar dari koridor yang sudah ditetapkan,” tegasnya.
Terkait jalannya persidangan, Sisilia menjelaskan bahwa Muscab dibagi dalam empat pleno.
“Sesuai agenda, Muscab dibagi dalam empat pleno, yaitu tata tertib, laporan pertanggungjawaban, pengumuman bakal calon, dan tambahan calon,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini nama bakal calon ketua DPC belum diumumkan.
“Untuk bakal calon, sampai sekarang belum diberikan oleh tim penilai yang diutus oleh DPW dan disetujui oleh DPP. Jadi kami juga belum tahu siapa bakal calon ketua DPC. Mungkin setelah sidang pleno pertama, baru akan dikirim untuk dibacakan,” pungkasnya
#LifaKafony
















