Perangi Persoalan Sampah, Bupati TTS Serahkan Truk Arm Roll dan 4 Kontainer

SOE, MataTimorPos.com || Volume sampah di Kota SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), yang mencapai 76.634 ton per tahun, mendorong pemerintah daerah memperkuat penanganan sampah melalui penambahan armada kebersihan. Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, menyerahkan satu unit truk arm roll dan empat unit kontainer sampah kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten TTS, Senin (12/10/2026), sebagai upaya meningkatkan pelayanan kebersihan sekaligus mendukung terwujudnya Kota SoE yang lebih bersih dan tertata.

Penambahan sarana kebersihan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk menjawab persoalan sampah yang volumenya terus meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data tahun 2025 yang disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup TTS, Johny Payon, volume sampah di Kota SoE mencapai 76.634 ton per tahun.

Penyerahan sarana pendukung kebersihan yang bersumber dari pengadaan Tahun Anggaran 2026 tersebut berlangsung di halaman Kantor Bupati TTS. Kegiatan itu turut dihadiri para Asisten Sekretaris Daerah (Sekda), pimpinan perangkat daerah, serta para kepala bagian di lingkungan Pemerintah Kabupaten TTS.

Dalam penjelasannya di hadapan Bupati TTS, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Johny Payon, mengatakan bahwa pengadaan truk arm roll dan kontainer sampah dilatarbelakangi meningkatnya volume sampah di Kota SoE yang belum sebanding dengan ketersediaan armada pengangkutan dan fasilitas penampungan.

“Yang menjadi latar belakang dilakukannya pengadaan truk arm roll dan kontainer sampah adalah bahwa volume sampah di Kota SoE ini dari waktu ke waktu, dari tahun ke tahun terus bertambah. Sampai dengan tahun 2025, volume sampah kita mencapai 76.634 ton per tahun,” jelas Johny.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut Dinas Lingkungan Hidup untuk terus menambah sarana pengelolaan sampah secara bertahap, sesuai perencanaan atau grand design yang sedang disusun.

“Tentu volume sampah yang ada ini tidak sebanding dengan armada. Karena itulah yang menjadi latar belakang Dinas Lingkungan Hidup untuk secara bertahap, sesuai dengan perencanaan atau grand design yang sementara kami lakukan, kita harus menambah armada untuk mengatasi masalah sampah yang ada,” ujarnya.

Johny menjelaskan, pada Tahun Anggaran 2026 dilakukan pengadaan satu unit truk arm roll dan sejumlah kontainer sampah. Dalam penyerahan kali ini, Bupati TTS menyerahkan satu unit truk arm roll dan empat unit kontainer sampah kepada Dinas Lingkungan Hidup.

Dengan penambahan armada tersebut, fasilitas pengelolaan sampah di Kabupaten TTS, khususnya Kota SoE, kini terdiri atas dua unit truk arm roll, enam unit dump truck termasuk satu truk empat kayu, enam unit kontainer sampah, serta 15 unit motor roda tiga, termasuk 13 unit yang berada di kelurahan-kelurahan di Kota SoE.

Selain persoalan armada, Johny mengungkapkan bahwa Kota SoE saat ini masih memiliki sekitar 39 tempat penampungan sementara (TPS) permanen.

Mengacu pada regulasi yang menjadi dasar pelaksanaan pengelolaan sampah, pihaknya menyampaikan bahwa TPS permanen tersebut perlu diganti secara bertahap dengan kontainer sampah.

“Sesuai dengan regulasi yang ada, TPS permanen itu tidak boleh dipakai lagi. Sehingga tuntutan bagi kami adalah bagaimana kita mengganti TPS-TPS permanen itu dengan kontainer. Karena itu, kami mohon dukungan agar apa yang menjadi tuntutan regulasi ini bisa kami penuhi, mungkin secara bertahap di tahun-tahun ke depan,” ungkapnya.

Menurut Johny, pengadaan kontainer diharapkan dapat meningkatkan ketertiban pengelolaan sampah sekaligus memudahkan masyarakat membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

Sementara itu, Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, yang akrab disapa Buce Lioe, dalam sambutannya menegaskan bahwa penambahan sarana kebersihan harus diikuti dengan pengelolaan yang baik, mulai dari penempatan kontainer hingga peningkatan disiplin kerja petugas di lapangan.

 

Bupati juga meminta Dinas Lingkungan Hidup menghitung kembali kebutuhan kontainer untuk menggantikan TPS permanen yang masih ada di sejumlah titik di Kota SoE.

Baca Juga  Dukung Pemuda Gereja dalam Berliturgi, Diaspora TTS Salurkan Alat Musik ke 9 Gereja

“Masih berapa lagi yang kita butuhkan agar supaya kontainer ini bisa kita penuhi sesuai dengan kebutuhan TPS yang TPS semen yang masih ada,” ujar Bupati.

Ia mengapresiasi pelayanan petugas kebersihan yang selama ini menjalankan tugas pengangkutan, pemantauan, serta membawa sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA).

“Untuk itu, saya berharap Pak Kadis dan jajarannya, terutama teman-teman yang selalu melaksanakan pengangkutan sampah, monitoring sampah, dan membawanya ke tempat pembuangan akhir. Saya melihat sudah mulai baik,” katanya.

Meski demikian, Buce Lioe memberikan sejumlah masukan agar kontainer yang telah disediakan pemerintah dapat bertahan lebih lama dan tidak cepat mengalami kerusakan.

Ia menyarankan agar kontainer ditempatkan di atas pondasi atau landasan semen yang kuat sehingga tidak bersentuhan langsung dengan tanah. Menurutnya, paparan air hujan dan panas matahari secara berulang dapat mempercepat munculnya karat pada badan kontainer.

“Kalau boleh, kontainer ini berada di atas pondasi, sehingga dia tidak berada di tanah langsung karena nanti dia bisa dimakan karat. Kalau hujan sedikit-sedikit, kena panas lagi, maka dia mulai berkarat. Biasanya karat itu akan berkembang ke bagian tubuh kontainer yang lain,” jelasnya.

Bupati juga meminta dinas teknis memberikan petunjuk mengenai pembuatan landasan semen dengan campuran yang baik agar mampu menopang kontainer secara optimal.

“Kalau itu sudah dibuat dengan campuran yang baik, nanti dari dinas teknis barangkali membantu untuk membuat petunjuk teknis agar semen yang dibuat untuk menaruh kontainer ini benar-benar menggunakan semen yang baik,” tambahnya.

Selain memperhatikan kekuatan konstruksi, Bupati meminta agar lingkungan di sekitar TPS ditata dengan baik sehingga tetap terlihat bersih dan indah.

Ia mencontohkan TPS yang berada di depan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), yang menurutnya dapat dicat dan diberi tulisan agar tampil lebih menarik, terlebih karena di kawasan tersebut terdapat tempat bermain anak-anak.

“Saya sarankan seperti yang sudah ada di TPS yang berada di depan Dinas PPPA itu boleh dicat biar kelihatan bagus. Tolong diperhatikan, kalau boleh dikasih tulisan apa supaya dia jadi indah, apalagi di situ ada tempat bermain anak-anak,” ujarnya.

Bupati berharap penambahan armada dan kontainer dapat membuat kondisi kebersihan Kota SoE semakin baik dibandingkan sebelumnya. Ia menegaskan bahwa upaya tersebut perlu dilanjutkan melalui kerja sama yang konsisten antara pemerintah daerah, petugas kebersihan, dan masyarakat.

Dalam arahannya, Buce juga memberikan perhatian terhadap kondisi kerja para petugas kebersihan yang setiap hari berhadapan langsung dengan sampah.

Ia meminta Dinas Lingkungan Hidup memperkuat koordinasi dengan petugas lapangan, termasuk melalui pengarahan atau briefing secara berkala agar pekerjaan dilaksanakan sesuai jadwal dan jam kerja yang telah ditentukan.

“Sekali lagi, untuk Dinas Lingkungan Hidup saya berharap kolaborasi dan kerja sama dengan teman-teman, terutama teman-teman yang selalu ke lapangan. Kalau bisa, ada briefing-briefing atau imbauan untuk mereka. Dengan demikian, mereka bekerja sesuai dengan jam yang diatur,” ungkapnya.

Menurut Bupati, para petugas kebersihan perlu terus diberikan semangat dan dukungan agar dapat menjalankan tugas dengan baik.

Ia juga berharap para petugas memperoleh pakaian seragam serta alat pelindung diri (APD), terutama masker, guna membantu melindungi mereka dari paparan bau tidak sedap dan potensi gangguan kesehatan saat bekerja.

“Artinya, kita harus terus memberikan mereka semangat dan dukungan. Mereka juga dikasih pakaian, kalau boleh pakaian seragam. Saya berharap dalam bekerja itu APD-nya harus ada, terutama masker, karena sampah yang ada bukan berbahaya, tetapi baunya tidak enak dan bisa mengganggu kesehatan,” tegasnya.

Baca Juga  Yoram Nakamnanu Soroti Aset Desa Oelet Hingga Jembatan Noebunu: “Jangan Tunggu Ada Korban”

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten TTS, Johny Payon, kepada media di lokasi TPS samping Polres TTS, seusai acara penyerahan truk arm roll oleh Bupati TTS, menjelaskan bahwa pengadaan armada dan kontainer sampah merupakan bentuk dukungan terhadap program Bupati dan Wakil Bupati TTS yang dikenal dengan nama Rabu Putih.

Johny mengatakan bahwa Dinas Lingkungan Hidup selama ini terus memberikan pelayanan kebersihan kepada masyarakat. Namun, meningkatnya volume sampah setiap tahun menjadi tantangan tersendiri sehingga diperlukan penambahan sarana dan prasarana.

“Kami dari Dinas Lingkungan Hidup melakukan pelayanan selama ini kepada masyarakat dalam kebersihan kota. Tentu pada saat ini kami melakukan pengadaan arm roll truck dan beberapa kontainer yang ada untuk melengkapi pelayanan yang ada di Kota SoE,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kontainer tersebut disiapkan agar masyarakat dapat membuang sampah secara langsung ke tempat penampungan yang telah disediakan.

“Persoalan kita selama ini memang volume sampah di Kota SoE ini cukup besar dan setiap tahun semakin bertambah. Sehingga tantangan bagi kami, Dinas Lingkungan Hidup, harus tetap mempersiapkan segala hal untuk melayani masyarakat, termasuk dengan melakukan pengadaan kontainer-kontainer yang ada. Kontainer yang ada ini dimaksudkan untuk masyarakat bisa membuang sampah langsung ke kontainer,” katanya.

Johny juga mengingatkan masyarakat agar mendukung perubahan sistem penampungan sampah dari TPS permanen menuju penggunaan kontainer secara bertahap.

Karena itu, ia meminta masyarakat memanfaatkan kontainer yang tersedia, mematuhi jam pembuangan sampah, serta memastikan sampah dibuang ke dalam kontainer dan bukan diletakkan di luar.

“Kita di Kota SoE ini ada TPS yang terbuat dari semen, masih permanen. Ke depan kita memang harus menghindari adanya TPS permanen. Sehingga kami mohon kepada masyarakat bisa memanfaatkan kontainer sampah ini sebaik mungkin. Patuhi jam pembuangan sampah. Kemudian sampah diutamakan dibuang di kontainer ini,” tegasnya.

Ia juga meminta masyarakat untuk tidak menggunakan bak sampah lain di sekitar lokasi apabila kontainer masih tersedia dan belum penuh. Penggunaan tempat lain dapat dipertimbangkan apabila kontainer sudah penuh.

“Kalau bisa, bak sampah itu dihindari dulu, kecuali memang volume sampah yang ada di kontainer ini sudah penuh. Kami persilakan, tetapi diutamakan ke kontainer. Dan tolong dibuang ke dalam kontainer, jangan ditaruh di luar,” imbaunya.

Menurut Johny, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung kebijakan Bupati dan Wakil Bupati TTS dalam meningkatkan pengelolaan sampah dan mewujudkan lingkungan kota yang lebih bersih.

“Program ini kami lakukan untuk mendukung kebijakan dari Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati terkait dengan pengelolaan sampah. Ada program Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati itu namanya Rabu Putih. Jadi, kegiatan yang kami lakukan ini adalah bagian untuk mendukung program Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati,” jelasnya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya dan mengikuti jadwal yang telah ditentukan.

“Kepada masyarakat kami mohon kesadarannya untuk membuang sampah pada tempatnya dan sesuai dengan jam yang sudah ditentukan. Mari kita cintai Kota SoE ini, kita jaga Kota SoE ini, dimulai dari bagaimana kita menjaga sampah dan kebersihan kota ini. Kalau bukan kita, ya siapa lagi,” tutup Johny.

Untuk diketahui, pengadaan satu unit truk arm roll dan kontainer sampah tersebut bersumber dari anggaran DAU SG Kesehatan Tahun Anggaran 2026 dengan pagu anggaran sebesar Rp1,1 miliar.

Pengadaan tersebut merujuk pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 3 Tahun 2013 dan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

No More Posts Available.

No more pages to load.