Satu Bungkukan, Sejuta Makna: CEO YSM Group Menangis di Hadapan Pegawai

SOE, MataTimorpos.com || Ada pemandangan tak biasa dalam kegiatan gathering PT. YSM Group di Pantai Oetune, Desa Tuafanu, Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Sabtu, 26 September 2026.

Di hadapan para pegawainya, CEO PT. YSM Group, Yusinta Ningsih Nenobahan, bersama suaminya, Aldy Syarief, tiba-tiba membungkukkan badan.

Air mata mengalir saat ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pegawai yang selama ini bekerja dan berjuang bersama perusahaan.

Pemandangan tersebut sontak membuat suasana gathering yang sebelumnya penuh kebersamaan berubah menjadi haru.

Lantas, ada apa hingga seorang CEO membungkuk di hadapan pegawainya sambil menahan tangis?

Jawabannya bukan karena sebuah perpisahan,

Bukan pula karena sebuah masalah.

Yusinta justru ingin memberikan penghormatan kepada orang-orang yang menurutnya menjadi bagian penting dari perjalanan PT. YSM Group.

Ia ingin mengingatkan bahwa di balik nama seorang pimpinan yang dikenal publik, ada banyak orang yang bekerja dalam diam.

Ada staf di Jakarta, Ada tim di Nusa Tenggara Timur,

Ada mereka yang tetap bekerja ketika tanggal merah,

dan ada orang-orang yang mungkin tak pernah disebut namanya, tetapi ikut memastikan setiap pekerjaan berjalan dengan lancar.

“Yang orang kenal di media hanya Ibu YNS, tapi di balik saya mereka-mereka inilah yang mungkin tanggal merah juga mereka tetap kerja,” kata Yusinta dengan suara bergetar.

Menurut Yusinta, dirinya dan suami tidak mungkin berdiri sampai pada titik tersebut tanpa dukungan seluruh tim.

“Kalau hari ini saya dan suami bisa berdiri di NTT, itu atas campur tangan tim. Hanya yang nampak di depan itu adalah kami, tetapi semua atas campur tangan tim,” ujar srikandi berdarah asli Timor ini.

Di hadapan para pegawai, Yusinta juga berbicara mengenai prinsip yang selama ini dipegangnya.

Baca Juga  Dukung Pemuda Gereja dalam Berliturgi, Diaspora TTS Salurkan Alat Musik ke 9 Gereja

Ia mengatakan bahwa pekerjaan yang dilakukan seluruh tim merupakan bagian dari berkat Tuhan yang dipercayakan untuk disalurkan kepada orang lain melalui Yayasan YNS.

“Seluruh kerja yang dikerjakan oleh teman-teman ini ada berkat yang Tuhan titipkan untuk kami salurkan melalui Yayasan YNS,” katanya.

Menurutnya, berbagai kegiatan sosial yang dilakukan bukan semata-mata hasil kerja dirinya dan suami.

Ada tim yang ikut terlibat, Ada pegawai yang membantu, Ada orang-orang yang bekerja di balik layar.Karena itu, Yusinta mengatakan dirinya selalu berusaha melibatkan para pegawai dalam berbagai kegiatan sosial yang dilakukan.

“Ada beberapa yang kami ekspos, ada beberapa juga yang mungkin tidak kami ekspos,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa yang menjadi kebanggaan bukan hanya dirinya dan suami, tetapi seluruh tim yang bekerja bersama.

“Jadi, yang hebat bukan kami tapi tim yang luar biasa,” tegasnya.

Setelah menyampaikan terima kasih, Yusinta kemudian meminta maaf kepada seluruh pegawai.

Ia bersama suaminya meminta maaf apabila selama menjalankan pekerjaan ada perkataan, ketegasan atau sikap yang mungkin kurang berkenan.

“Saya dan suami atas nama pribadi, atas nama keluarga mengucapkan terima kasih untuk dedikasi, untuk pengabdian. Kami pun memohon maaf yang sebesar-besarnya jika dalam ketegasan, jika dalam perkataan, jika selama bekerja ada hal yang mungkin kurang berkenan dari saya, suami, anak-anak secara pribadi,” katanya.

Yusinta kemudian menyampaikan harapannya agar PT. YSM Group dapat terus berkembang dan mengakar di Nusa Tenggara Timur.

Baginya, perusahaan yang semakin besar bukan hanya tentang pertumbuhan bisnis. Ada lebih banyak kesempatan kerja yang bisa dibuka. Masih banyak masyarakat yang membutuhkan pekerjaan. Masih banyak keluarga yang menunggu kesempatan.

“Masih banyak tempat yang belum kita jangkau. Masih banyak orang yang belum kita ajak untuk bergabung,” ujarnya.

Baca Juga  Praktisi Hukum TTS Soroti Polemik Sekdes dan PPPK di Bijaepunu: “Kalau Diberhentikan, Harus Jelas Dasarnya”

Karena itu, ia mengajak seluruh pegawai untuk bersama-sama membesarkan perusahaan.

“Kalau kalian telah diberkati dengan pekerjaan ini, mari kita terus buat perusahaan ini besar agar orang-orang lain ikut terberkati sehingga keluarga mereka bisa ikut terberkati,” katanya.

Yusinta bahkan menyampaikan satu kalimat yang membuat pesan malam itu terasa semakin dalam.

“Tapi kalau nanti YSM tidak besar, berarti masih akan banyak pengangguran lain di luar sana.”

Malam itu, sebuah pertanyaan yang sempat muncul di awal akhirnya menemukan jawabannya.

Ada apa seorang CEO membungkuk sambil menangis di depan pegawainya? Bukan karena ia kehilangan sesuatu. Tetapi karena ia sedang menghargai orang-orang yang selama ini membantunya memiliki sesuatu yang jauh lebih besar yaitu, sebuah tim.

Yusinta ingin para pegawainya tahu bahwa setiap pengorbanan mereka tidak dianggap sebagai sesuatu yang biasa, Sebab di balik perusahaan yang terus bergerak, ada orang-orang yang bekerja. Dan di balik setiap orang yang bekerja, ada keluarga yang berharap.

Itulah sebabnya, di malam yang penuh haru tersebut, seorang CEO memilih membungkukkan badan di hadapan pegawainya sebagai tanda hormat, sebagai ucapan terima kasih. Dan sebagai pengingat bahwa tidak ada keberhasilan yang dibangun oleh satu orang saja, oleh karena itu, Yusinta berharap PT. YSM Group dapat terus tumbuh dan mengakar di NTT.

“Semoga perusahaan ini bisa terus mengakar di NTT sehingga orang lain bisa terberkati dari kehadiran YSM Group,” pungkasnya.

untuk diketahui, Kegiatan gathering PT YSM Group mengusung tema “Mendorong Peningkatan Kualitas Kerja dan Semangat Baru dalam Tim.”

Selain para karyawan, kegiatan tersebut turut dihadiri Sekcam Kecamatan Kualin, Kapolsek Kualin, Ketua Majelis Jemaat Poni, Pendeta Yunus I. Tangko, serta tokoh masyarakat Desa Tuapakas.

No More Posts Available.

No more pages to load.