Tak Hanya Jaga Pertahanan, Yonif TP 929 Didorong Bantu Pembangunan di TTS 

SOE, MataTimorpos.com || Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Jenderal TNI (Purn.) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin, mengunjungi Marshalling Area (MA) Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 929/Meo Matane Mutis di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, Senin (19/10/2026).

Kunjungan kerja tersebut bertujuan melihat secara langsung kondisi personel Yonif TP 929/Meo Matane Mutis sekaligus memberikan motivasi dan arahan kepada para prajurit muda agar terus menjaga disiplin, meningkatkan profesionalisme, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Sebelum memberikan pengarahan, Menhan Sjafrie menerima pemaparan singkat mengenai kondisi satuan yang disampaikan Komandan Yonif TP 929/Meo Matane Mutis, Letkol Inf Andi Baso, S.Tr.Han. Setelah itu, ia bertemu langsung dengan para prajurit.

Dalam arahannya, Sjafrie mengapresiasi semangat dan kedisiplinan prajurit selama berada di Marshalling Area. Ia menegaskan, kehadiran Yonif TP 929 di Kabupaten TTS merupakan kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan baik.

“Terima kasih kepada kalian semuanya yang selama berada di Marshalling Area ini tetap menunjukkan semangat dan disiplin. Kalian merupakan batalyon infanteri pertama yang hadir dalam sejarah di Kabupaten TTS. Ini menjadi kepercayaan bagi kalian untuk hadir di tengah-tengah masyarakat,” ujar Sjafrie.

Ia menekankan bahwa prajurit TNI harus senantiasa dekat dengan masyarakat karena TNI merupakan tentara rakyat yang bertugas membela dan mengabdi kepada kepentingan rakyat.

Menurutnya, keberadaan Yonif TP 929/Meo Matane Mutis tidak hanya berfokus pada tugas militer, tetapi juga diharapkan mampu membangun kerja sama dengan pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah penugasan.

“Kalian adalah tentara pejuang untuk membela rakyat, tentara rakyat, dan kita semua adalah anak rakyat. Perlengkapan yang kalian miliki juga merupakan milik rakyat. Karena itu, kalian harus bekerja keras dan disiplin untuk membuktikan pengabdian kepada negara dan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga  Polres TTS Mulai Selidiki Dugaan Korupsi Dana Desa Nakfunu, Kades Diperiksa

Menhan Sjafrie juga menjelaskan bahwa setiap prajurit Yonif TP harus memiliki kemampuan tempur yang baik serta keterampilan teritorial untuk mendukung pembangunan di wilayah penugasan.

Kemampuan tempur tersebut mencakup keterampilan menembak, bela diri, patroli, serta menghadapi ancaman musuh. Sementara itu, kemampuan teritorial dan pembangunan diharapkan dapat menunjang upaya membantu pemerintah daerah dan masyarakat sesuai tugas serta kapasitas prajurit.

Ia turut menyinggung keberadaan unsur pendukung di lingkungan batalyon, seperti kompi yang menangani bidang pertanian dan peternakan, kesehatan, serta zeni. Unsur-unsur tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam mendukung kebutuhan masyarakat dan pembangunan wilayah.

“Untuk sekarang kalian masih menetap di hutan, tetapi nantinya akan dibuatkan pangkalan baru. Sebagai prajurit infanteri, kalian harus memiliki kemampuan operasi tempur dan kemampuan teritorial pembangunan. Semua itu menjadi bekal untuk membantu pemerintah daerah dan masyarakat di sekitar kalian,” ungkapnya.

Selain itu, Sjafrie mengingatkan seluruh prajurit agar berpegang teguh pada Sumpah Prajurit, Sapta Marga, dan Delapan Wajib TNI dalam menjalankan tugas.

Ia secara khusus meminta para prajurit muda menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, maupun institusi TNI. Dua hal yang menjadi perhatian utama adalah penyalahgunaan narkoba dan keterlibatan dalam perjudian daring atau judi online.

“Saya ingatkan kepada seluruh prajurit muda Batalyon Infanteri TP 929/Meo Matane Mutis, jangan membuat pelanggaran sekecil apa pun. Saya kasih dua contoh pelanggaran, yaitu terlibat narkoba dan main judi online,” tegasnya.

Sjafrie juga mengingatkan pentingnya pengelolaan keuangan secara bijak, termasuk membiasakan diri menabung untuk masa depan, membantu keluarga, serta mempersiapkan kehidupan setelah masa dinas berakhir.

Baca Juga  Dandim 1621/TTS Bersama Anggota Laksanakan Sholat Idul Adha di Masjid Agung Al Ikhlas Soe

Menurutnya, kedisiplinan prajurit tidak hanya terlihat saat bertugas, tetapi juga tercermin dalam perilaku sehari-hari, termasuk kemampuan mengatur keuangan dan menjaga integritas pribadi.

Ia turut menekankan pentingnya kekompakan dan soliditas dalam satuan. Seluruh prajurit diminta menjaga hubungan harmonis dengan pimpinan maupun sesama anggota tanpa membentuk kelompok berdasarkan agama, suku, atau latar belakang lainnya.

Sjafrie berharap Yonif TP 929/Meo Matane Mutis dapat menjadi satuan yang solid, profesional, serta mampu menjalankan tugas secara bersama-sama demi kepentingan bangsa dan negara.

Di akhir arahannya, ia meminta para prajurit untuk terus hadir membantu masyarakat, membangun hubungan baik dengan warga, serta menunjukkan pengabdian nyata kepada negara dan bangsa.

“Saya minta kalian agar selalu membantu masyarakat dan berdampingan bersama rakyat, serta berbakti kepada negara dan bangsa. Saya selalu mendoakan kalian agar senantiasa dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Esa,” tutupnya.

Dalam kunjungan tersebut, Menhan Sjafrie didampingi Wakil Menteri Pertahanan Bidang Logistik Marsekal TNI Yusuf Jauhari; Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen TNI Tri Budi Utomo; Pangdam XXVII/Sobe Sonbai Mayjen TNI Thevi Angandowa Zebua, S.E., M.M.; Brigjen TNI Charles Allin selaku Karo TU; Brigjen TNI Rico Sirait selaku Karo Infohan; Letkol Inf Kunto selaku Kabag Protokol; Letkol Inf Indra selaku Korspri Wakasad; Karten Mar Faisal selaku ADC Menhan; Kapten Cpm. Subagio dari Staf Wamenhan Bidang Logistik; serta Eko Samudro selaku Perumus Menhan.

Turut mendampingi Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono dan Dandim 1621/TTS Letkol Czi Ari Setiawan Wibowo.

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.