Miris Hasil TKA, Pegiat Literasi TTS Sebut Menulis Jadi Kunci Masa Depan Pendidikan

SOE, MataTimorPos.com – Di tengah kemeriahan Pentas Seni (Pensi) dan peluncuran buku karya guru serta peserta didik SD Inpres Taubneno, sebuah pesan penting tentang masa depan pendidikan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menggema kuat. Literasi dinilai menjadi salah satu kunci utama untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah tersebut.

Pesan itu disampaikan Penggerak Literasi TTS, Lefinus Asbanu, peraih Juara II kategori Penggerak Literasi Nasional pada Festival Literasi Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Nyalanesia beberapa waktu lalu, saat memberikan sambutan dalam kegiatan peluncuran buku antologi karya guru dan peserta didik berjudul “Menulis Mimpi Merajut Harapan.”

Dalam sambutannya, Lefinus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan literasi sebagai gerakan bersama demi membangun kualitas sumber daya manusia yang lebih baik.

Ia menjelaskan bahwa Kabupaten TTS saat ini telah memiliki Bunda Literasi dan juga Pokja Bunda Literasi yang mendapat dukungan penuh dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, dan Forum TBM Kabupaten TTS dalam upaya memperkuat budaya membaca dan menulis di tengah masyarakat.

“TTS sudah memiliki Bunda Literasi dan Pokja Bunda Literasi yang mendapat dukungan penuh dari Dinas Pendidikan serta Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, serta Forum TBM untuk terus mengembangkan literasi di daerah ini,” ujarnya.

Lefinus mengaku baru kembali dari Kupang bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS setelah mengikuti pertemuan yang melibatkan para kepala dinas pendidikan se-Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan berbagai mitra kerja. Dalam pertemuan tersebut dipaparkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang menurutnya menjadi perhatian serius semua pihak.

Baca Juga  “Saya Bukan Anak Pejabat…” Surat Haru Siswi TTS Menggugah Publik

“Saat melihat hasil TKA, tentu kita merasa miris. Namun saya percaya, dari kondisi itu kita juga melihat peluang besar untuk berbenah. Salah satu jalan yang harus terus kita perkuat adalah literasi,” katanya.

Menurutnya, kemampuan membaca dan menulis memiliki hubungan erat dengan peningkatan prestasi akademik peserta didik. Sebagian besar soal dalam Tes Kemampuan Akademik berbasis teks sehingga membutuhkan kemampuan memahami bacaan secara baik.

Momentum Pentas Seni SD Inpres Taubneno semakin istimewa dengan peluncuran buku antologi karya guru dan peserta didik berjudul “Menulis Mimpi Merajut Harapan.” Bagi Lefinus, kehadiran buku tersebut menjadi bukti bahwa anak-anak TTS memiliki potensi luar biasa apabila diberikan ruang untuk berkarya.

“Bapak dan Mama, peluncuran buku ini adalah kesempatan bagi kita untuk memberi ruang kepada anak-anak agar terus berkreasi. Dengan menulis, imajinasi, daya pikir, dan kreativitas mereka akan berkembang. Karena itu saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta didik dan orang tua yang telah mendukung lahirnya karya ini,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan fakta yang cukup mengejutkan. Dari sekitar 545 Sekolah Dasar yang ada di Kabupaten TTS, hingga saat ini baru tiga sekolah yang berhasil membuka ruang kolaborasi untuk mengembangkan potensi guru maupun peserta didik dalam menghasilkan karya dalam bentuk buku.

Ketiga sekolah tersebut adalah SD Inpres Taubneno, SD GMIT SoE II, dan SD Negeri Oekamusa.

Baca Juga  SMP Kristen Satu Soe Umumkan Kelulusan

“Ini patut diapresiasi karena menunjukkan bahwa budaya literasi mulai tumbuh dan berkembang di sekolah-sekolah kita,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Lefinus juga menjawab pertanyaan yang kerap muncul di masyarakat mengenai pentingnya menulis.

“Menulis adalah tingkatan tertinggi dalam literasi. Ketika seseorang mampu menyimak dengan baik dan membaca dengan baik, maka ia akan mampu menuangkan ide, gagasan, serta pemikirannya dalam bentuk tulisan,” tegasnya.

Menurutnya, kemampuan menulis tidak hanya melahirkan karya, tetapi juga membentuk pola pikir yang kritis, kreatif, dan sistematis. Kemampuan tersebut sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan maupun kehidupan sehari-hari.

Melalui kerja sama dengan Pokja Bunda Literasi Kabupaten TTS, berbagai program penguatan literasi akan terus didorong guna meningkatkan mutu pendidikan di daerah tersebut.

Menutup sambutannya, Lefinus membacakan puisi berjudul Denyut dan Debar yang mengundang tepuk tangan meriah dari para hadirin.

“Sampaikanlah kau mencintainya seperti denyut pada nadi yang menjadikan kau tetap hidup, juga detak pada jantung yang membuat debarmu terasa.”

Peluncuran buku dan kegiatan literasi seperti ini diharapkan menjadi langkah kecil yang membawa perubahan besar bagi dunia pendidikan di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Di tengah tantangan rendahnya capaian akademik, budaya membaca dan menulis diyakini dapat menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing.

#Lifa_Kafony

No More Posts Available.

No more pages to load.