Puluhan Ibu Hamil Ikuti ANC Terpadu di Soe, IBI TTS Dorong Deteksi Dini Risiko Kehamilan

TTS, MataTimorpos.com|| Dalam rangka menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-75 Tahun 2026, Pengurus Cabang (PC) IBI Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten TTS melaksanakan kegiatan Pelayanan Antenatal Care (ANC) Terpadu dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi ibu hamil yang berpusat di UPT Puskesmas Kota Soe, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian awal peringatan HUT IBI ke-75 yang puncaknya akan digelar pada 24 Juni 2026 mendatang. Pelayanan kesehatan yang dipusatkan di Puskesmas Kota Soe itu diikuti puluhan ibu hamil dari berbagai wilayah Kecamatan Kota Soe yang mendapatkan pemeriksaan kehamilan secara komprehensif dan terpadu.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, dr. Karolina R.A. Tahun, Plt Asisten III Setda Kabupaten TTS Nikson Nomleni, Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten TTS Jennie Luisa Boboy, Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Nicson H. Ataupah, SKM, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Elis Pah, para tenaga kesehatan, bidan serta puluhan ibu hamil peserta pelayanan.

Ketua PC IBI Kabupaten TTS, Rosince Lasena, S.ST dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan launching ANC Terpadu tidak hanya dilaksanakan di Puskesmas Kota Soe, tetapi dilakukan secara serentak di 37 puskesmas, rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta dan klinik swasta yang tersebar di seluruh Kabupaten Timor Tengah Selatan.

“Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya kita dapat berkumpul bersama dalam keadaan sehat untuk melaksanakan launching pelayanan ANC Terpadu di 37 puskesmas, rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta dan klinik swasta,” ujar Rosince.

Dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada UPT Puskesmas Kota Soe selaku tuan rumah serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dan mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, pelayanan ANC Terpadu merupakan pelayanan kesehatan yang diberikan secara berkala kepada ibu hamil guna memastikan kesehatan ibu dan janin tetap terjaga selama masa kehamilan hingga persalinan.

“Pelayanan ANC yang berkualitas merupakan salah satu upaya strategis dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Oleh karena itu pelayanan ini harus terus diperkuat dan menjangkau seluruh ibu hamil,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa hingga Mei 2026, angka kematian ibu di Kabupaten TTS tercatat sebanyak empat kasus, sedangkan angka kematian bayi mencapai 42 kasus.
Data tersebut, menurutnya, menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan di bidang kesehatan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Baca Juga  Bergerak Bersama Putuskan Penularan Hepatitis: Seruan Aksi Nyata dari NTT

“Hingga bulan Mei tahun 2026 jumlah kematian ibu tercatat empat kasus dan kematian bayi sebanyak 42 kasus. Kondisi ini membutuhkan kerja keras bersama seluruh tenaga kesehatan, termasuk bidan sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak,” tegasnya.

Rosince Lasena menjelaskan bahwa ANC Terpadu merupakan pelayanan antenatal yang dilakukan oleh tenaga kesehatan sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) melalui pendekatan 12T yang mencakup pemeriksaan, pencegahan, edukasi, deteksi dini hingga penanganan masalah kesehatan ibu hamil.

Adapun komponen ANC Terpadu 12T meliputi:

Timbang berat badan dan ukur tinggi badan.
Pengukuran tekanan darah, Pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA), Pengukuran tinggi fundus uteri, Penentuan presentasi janin dan pemeriksaan denyut jantung janin (DJJ), Skrining status imunisasi tetanus dan pemberian imunisasi Td,Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD), Pemeriksaan laboratorium, Tata laksana kasus sesuai kondisi ibu hamil, Temu wicara atau konseling, Skrining kesehatan jiwa dan faktor risiko sosial, Tatalaksana dan rujukan tepat waktu.

Menurutnya, ANC Terintegrasi merupakan bentuk kolaborasi berbagai program kesehatan sehingga ibu hamil memperoleh pelayanan kesehatan yang lengkap dalam satu rangkaian pelayanan.

“Melalui ANC Terintegrasi, ibu hamil tidak hanya mendapatkan pemeriksaan fisik, tetapi juga edukasi, konseling, skrining kesehatan jiwa, deteksi faktor risiko sosial, hingga rujukan apabila ditemukan komplikasi kehamilan,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Rosince juga menyampaikan tema HUT IBI ke-75 Tahun 2026 yakni:

“Dunia Membutuhkan Lebih dari Sejuta Bidan: Bidan Indonesia Memperkuat Kepemimpinan Bidan dalam Pelayanan Kebidanan Berbasis Hak, Berpusat pada Perempuan dan Anak serta Siap Mengawal Generasi Emas 2045” atau “One Million More Midwives”.

Tema tersebut menjadi refleksi penting atas peran strategis bidan dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak sekaligus mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Saat ini Kabupaten Timor Tengah Selatan memiliki sebanyak 762 bidan yang tersebar di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, baik di puskesmas, rumah sakit maupun klinik kesehatan.

“Bidan adalah garda terdepan dalam mengawal kesehatan ibu dan anak. Melalui momentum HUT IBI ke-75 ini saya mengajak seluruh rekan bidan untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjunjung tinggi kode etik profesi serta memberikan pelayanan dengan sepenuh hati kepada masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga  Polres TTS Mulai Selidiki Dugaan Korupsi Dana Desa Nakfunu, Kades Diperiksa

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, dr. Karolina R.A. Tahun memberikan apresiasi kepada IBI Kabupaten TTS yang terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui berbagai program promotif dan preventif.

Menurutnya, kolaborasi antara organisasi profesi dan pemerintah daerah merupakan langkah strategis dalam memperkuat pelayanan kesehatan dasar sekaligus mendukung percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Timor Tengah Selatan.

“Kami berharap pelayanan ANC Terpadu ini dapat semakin meningkatkan kesadaran ibu hamil untuk rutin memeriksakan kehamilan serta mendeteksi lebih dini berbagai faktor risiko yang dapat membahayakan ibu maupun janin,” ujarnya.

Sedangkan Plt Asisten III Setda Kabupaten TTS, Nikson Nomleni, juga menegaskan pentingnya peran bidan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat yang selama ini hadir hingga ke pelosok desa.

Menurutnya, bidan memiliki kontribusi besar dalam mendampingi ibu hamil sejak masa kehamilan, persalinan hingga masa nifas dan tumbuh kembang anak.

“Pemerintah daerah memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh bidan yang selama ini telah mengabdikan diri melayani masyarakat. Bidan merupakan pilar penting dalam pembangunan kesehatan daerah karena berhadapan langsung dengan ibu dan anak sebagai aset masa depan bangsa,” kata Nikson.

Ia berharap momentum HUT IBI ke-75 dapat semakin memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan dan organisasi profesi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten TTS.

Selain pelayanan ANC Terpadu, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi ibu hamil.

Pemeriksaan meliputi verifikasi identitas diri, pengukuran tekanan darah, berat badan, tinggi badan, lingkar perut, lingkar lengan, suhu tubuh, denyut nadi, frekuensi pernapasan, pemeriksaan gula darah, asam urat dan kadar hemoglobin (HB).

Melalui kegiatan ini, IBI Kabupaten TTS bersama Dinas Kesehatan berharap semakin banyak ibu hamil yang memperoleh akses pelayanan kesehatan yang berkualitas, sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, kuat, cerdas dan berkualitas dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Pelaksanaan ANC Terpadu dan Cek Kesehatan Gratis tersebut menjadi bukti nyata komitmen para bidan di Kabupaten Timor Tengah Selatan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, humanis dan berkelanjutan bagi setiap ibu dan anak.

#Lifa_Kafoni

No More Posts Available.

No more pages to load.