Diduga Paksa Angkat Sampah Ditempat Sampah, Pengunjung RSUD Soe, Mengaku Dipermalukan Oknum Pegawai

Soe – MataTimorpos.com || Kamis, (12/02/2026),Seorang pengunjung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kecamatan Mollo Selatan, Desa Oinlasi. Marta Tefa, mengungkapkan kekecewaannya atas tindakan tidak pantas yang diduga dilakukan oleh oknum pegawai rumah sakit. Ia mengaku dipaksa untuk mengambil kembali tempat makan plastik yang sudah dibuang di tempat sampah yang bau busuk, dan penuh kotoran.

Kejadian bermula pada tanggal 5 Februari 2026, sekitar pukul 11.00 WITA. Marta Tefa datang untuk menjenguk cucunya yang sedang dirawat di ruang Melati RSUD Soe. Setelah selesai makan, Marta membuang tempat makan plastik ke tempat sampah berwarna kuning yang berada di ruangan tersebut.

Sekitar pukul 14.00 WITA, saat pergantian piket, seorang petugas yang diduga sebagai kepala ruangan Melati mendatangi Marta. Petugas tersebut menanyakan siapa yang membuang tempat makan plastik di tempat sampah warna kuning. Marta mengakui perbuatannya dan meminta maaf karena tidak mengetahui perbedaan antara tempat sampah warna kuning dan warna hitam yang ada di ruangan itu.

Baca Juga  Uji Kompetensi Pejabat TTS: Momentum Tingkatkan Kualitas Birokrasi

Namun, petugas tersebut justru menyuruh Marta untuk mengambil kembali tempat makan plastik yang sudah ia buang di tempat sampah tersebut dan memindahkannya ke tempat sampah berwarna hitam. Marta sempat menolak karena tempat makan plastik yang dibuangnya sudah tertutup oleh popok bayi yang penuh kotoran dan sampah yang bau busuk.

“Tetapi yang membuat saya sampai menangis tempat makan plastik yang saya buang sudah tertutup dengan popok bayi banyak kotoran sampah juga sudah bau busuk karna tumpuk popok sudah banyak. Saya harus angkat karna petugas sudah marah saya. Saya juga malu karna di dalam ruangan itu banyak ibu ibu ada nona nona jadi saya terpaksa harus angkat kembali tempat makan plastik di dalam sampah yang sudah tertutup dan juga bau busuk sekali,” ujar Marta sambil menangis saat diwawancarai awak media di halaman RSUD Soe pada Kamis (12/02/2026).

Baca Juga  BSPS Kolbano Tersorot, Warga Tanya Kualitas Pekerjaan dan Alokasi Dana 20 Juta

Marta mengaku tidak terima dengan perlakuan oknum petugas RSUD Soe tersebut. Ia merasa dipermalukan dan direndahkan.

“Saya sempat meminta maaf karna saya tidak tau yang tempat sampah warna kuning tu apa dan yang warna hitam tu ada apa, bedanya dimana, petugas juga tidak menjelaskan kepada saya. Saya secara pribadi saya tidak terima dengan perlakuan oknum petugas RSUD Soe,” tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berusaha untuk mengkonfirmasi pihak RSUD Soe terkait kejadian ini.

#LifaKafony.

No More Posts Available.

No more pages to load.