“Saya Bukan Anak Pejabat…” Surat Haru Siswi TTS Menggugah Publik

Soe – MataTimorPos.com || Selembar surat terbuka yang ditulis seorang siswi SMA di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menyita perhatian publik. Surat penuh haru itu ditulis oleh Gresyani Imelda Tenistuan, siswi SMA Kristen 1 Soe, yang mengaku kecewa setelah perjuangannya mengikuti seleksi calon Paskibraka Kabupaten TTS tahun 2026 berakhir tanpa penjelasan yang menurutnya memadai.

Dalam surat bertanggal 6 April 2026 dari Nunumeu, Gresyani menyampaikan langsung isi hatinya kepada Bupati dan Wakil Bupati TTS. Dengan bahasa sederhana namun menyentuh, ia menceritakan latar belakangnya sebagai anak dari seorang ibu rumah tangga biasa yang berasal dari desa, namun memiliki semangat besar untuk mengharumkan nama sekolah dan daerah melalui seleksi Paskibraka.

“Saya memang bukan anak pejabat, bukan anak orang kaya. Saya hanya seorang anak yang dibesarkan oleh seorang ibu biasa dari desa, tetapi saya punya semangat untuk ikut seleksi Paskib tingkat Kabupaten TTS,” tulisnya dalam surat tersebut.

Baca Juga  Tak Sekadar Hiburan Pentas Seni, PGSD IPS Soe Bentuk Karakter dan Kompetensi Calon Guru

Gresyani mengaku telah menjalani latihan selama berbulan-bulan di sekolah sebelum mengikuti seleksi resmi. Setelah mendaftar dan dinyatakan lolos seleksi administrasi, ia terus mengikuti seluruh tahapan seleksi dan menurut pengumuman yang diterimanya, dirinya selalu dinyatakan lolos.

Hal itu membuat dirinya semakin yakin dapat menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera Kabupaten TTS tahun 2026. Namun, harapan itu disebut runtuh seketika ketika dirinya diminta bertemu pihak terkait dan kemudian diminta pulang tanpa penjelasan yang menurutnya jelas.

Menurut pengakuannya, kejadian tersebut membuat dirinya terpukul, kehilangan rasa percaya diri, hingga menangis berhari-hari.

Tak tinggal diam, Gresyani bersama ibunya bahkan mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan untuk mencari kejelasan, termasuk bertemu dengan pihak Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Timor Tengah Selatan. Namun hingga surat itu ditulis, ia mengaku belum mendapatkan solusi atas persoalan yang dihadapinya.

Dalam bagian akhir suratnya, Gresyani berharap apa yang dialaminya tidak terjadi lagi kepada peserta lain di masa mendatang.
“Kiranya kejadian ini cukup terjadi kepada saya dan jangan terjadi lagi kepada yang lain,” tulisnya.

Baca Juga  Almamater Tetap Rumah, SMA Imanuel Tuapakas Rayakan Kelulusan 100 Persen

Surat terbuka tersebut kini menjadi perhatian masyarakat dan memunculkan berbagai respons terkait transparansi proses seleksi Paskibraka di Kabupaten TTS. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten maupun instansi terkait mengenai pernyataan yang disampaikan siswi tersebut.

#LifaKafony

No More Posts Available.

No more pages to load.