Pohon Natal Untuk Lomba di Soe Digusur Oknum Tak Bertanggungjawab, Komunitas Marah: Ini Merusak Sukacita

Soe, MatatimorPos.com – Kecemasan dan kemarahan meliputi komunitas gereja dan pemuda di Kelurahan Nonohonis, Kecamatan Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah dekorasi pohon natal yang dibangun oleh pemuda dan pemudi di halaman Gereja Batu Karang Nonohonis dirusak serta berbagai aksesorisnya dicuri. Peristiwa yang menyebalkan itu diduga terjadi pada malam hari tanggal 26 Desember 2025, menjelang malam Natal yang seharusnya penuh sukacita.

Pohon natal yang dirusak tersebut sebenarnya telah disiapkan oleh pemuda dan pemudi lokal sebagai bagian dari persiapan acara lomba pohon natal yang akan diadakan oleh Pemuda (GBKN) di gereja tersebut. Kejadian ini terungkap oleh salah satu pemuda GBKN yang sedang memantau kondisi pohon natal sebelum acara lomba dimulai. “Peristiwa itu terjadi sekitar tanggal 26 malam yang menyebabkan dekorasi pohon natal rusak, dan berbagai aksesoris pohon natal dicuri,” ungkap pemuda tersebut, yang terlihat sangat geram dalam video rekaman yang diambil saat melihat keadaan pohon yang hancur.

Dalam video yang beredar di antara anggota komunitas, pemuda yang menyaksikan kejadian tersebut tidak menyembunyikan kemarahannya terhadap oknum yang sengaja mencuri dan merusak pohon natal yang telah disiapkan dengan susah payah. “Kita sudah berusaha keras membangun dan mendekorasi pohon ini untuk acara lomba Natal, tapi malah ada orang yang tega merusaknya dan mengambil aksesorisnya. Ini bukan hanya kerusakan barang, tapi juga merusak suasana sukacita Natal bagi semua warga,” ujarnya dalam video tersebut.

Baca Juga  TTS Menuju Pemerintahan yang Lebih Baik Pemda Dan Kejari Tandatangani MOU

Sementara itu, Ketua Pemuda GBKN Yeri Nabu menyampaikan penghimbauan kepada semua anggota pemuda melalui grup WhatsApp Pemuda GBKN. Dalam pesan yang ditulisnya, Yeri mengungkapkan bahwa ini bukanlah kejadian pertama yang menimpa gereja tersebut. “Shalom kawan-kawan semua, ini kita su kejadian dua kali di Gereja. Yang pertama kehilangan lampu kuning dan lampu hijau Korwil 3, yang kedua kasi rusak kabel korwil 4,” tulis Yeri dalam pesan tersebut.

Yeri juga menekankan bahwa perbuatan merusak dan mencuri barang-barang yang digunakan untuk perayaan Natal adalah perbuatan yang kurang ajar dan bertentangan dengan nilai-nilai Natal. “Beta kasi ingat ko bertobat su, karena itu perbuatan kurang ajar. Kalau ulang lagi pasti ketahuan dan itu nnti picah, kalau bukan kami yang dapat berarti biar Tuhan yang urus itu orang yang perbuatan begitu. Jangan smpai sonde masuk di Tahun baru,” tambahnya dalam pesan yang penuh emosi.

Kejadian ini juga mendapatkan tanggapan dari warga sekitar dan jemaat Gereja Batu Karang Nonohonis. Banyak yang menyatakan kesesalan karena perbuatan oknum tersebut yang merusak suasana perayaan Natal yang seharusnya penuh kasih dan kebahagiaan. “Kita semua sudah bersiap merayakan Natal dengan gembira, tapi kejadian ini membuat kita sedih dan marah. Orang yang melakukan ini seharusnya menyadari bahwa pohon natal ini untuk semua orang, bukan hanya untuk satu kelompok,” ujar salah satu jemaat yang tidak mau disebutkan namanya.

Baca Juga  Oknum KSP Martabe Jaya Terancam Pidana Jika Tak Cairkan Deposito Nasabah

Para pemuda GBKN juga telah melakukan langkah awal dengan memeriksa lingkungan sekitar gereja dan mencari tanda-tanda siapa yang mungkin melakukan perbuatan tersebut. Mereka juga berencana untuk melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian jika tidak ada klarifikasi atau penyerahan diri dari oknum yang bersangkutan. “Kita tidak akan tinggal diam. Jika oknum tersebut tidak mau menanggung jawab, kita akan lapor ke polisi agar ada pertanggung jawaban secara hukum,” ujar salah satu pengurus GBKN.

Meskipun mengalami kerusakan, para pemuda dan pemudi GBKN beserta warga sekitar telah sepakat untuk memperbaiki pohon natal tersebut secepat mungkin agar acara lomba pohon natal yang direncanakan masih dapat berjalan sesuai jadwal. “Kita tidak akan biarkan perbuatan orang yang tidak bertanggung jawab ini menggagalkan acara yang sudah kita rencanakan. Kita akan bekerja sama memperbaiki pohon ini agar perayaan Natal tetap berjalan meriah,” tegas Yeri Nabu.

Peristiwa merusak dan mencuri dekorasi pohon natal ini menjadi pengingat bagi semua warga untuk lebih waspada dan saling menjaga lingkungan sekitar, terutama dalam masa perayaan yang seharusnya penuh kebersamaan. Nilai-nilai kasih, saling menghargai, dan bertanggung jawab yang menjadi inti perayaan Natal seharusnya dihidupi oleh semua orang, bukan hanya diucapkan melalui kata-kata tetapi juga diwujudkan dalam tindakan sehari-hari.

Lifa kafony

No More Posts Available.

No more pages to load.